Panah Informasi - Ratusan turis dari dalam dan luar Jepang berbondong-bondong mengunjungi kota Nabari di Perfektur Mie untuk berlatih menjadi seorang ninja. Ya, di kota ini dulu dikenal sebagai lahirnya agen rahasia Ninja yang terkenal di abad ke-15.
Laman Dailymail melansir, semua turis yang berkunjung diajarkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh seorang ninja. Mulai dari berlari cepat di atas dinding, memanjat dinding yang tinggi, berjalan di atas air dengan menggunakan sepatu khusus sampai melempar anak panah berbentuk bintang khas ninja yang disebut shuriken.
Para turis juga diajarkan berdoa di bawah guyuran air terjun yang debitnya tidak terlalu deras. Jika turis berhasil menyelesaikan semua latihan yang diberikan oleh instruktur, maka mereka akan mendapatkan sebuah sertifikat.
Dan, bagi turis yang ingin melanjutkan petualangan, mereka bisa mengunjungi kota Iga, hanya satu jam dari pusat kota Nabari.
Di kota Iga, turis akan diajarkan teknik mencekik lawan yang mematikan. Selain itu, mereka juga bisa mengunjungi sebuah kuil yang konon dipercaya dapat menyatukan pasangan yang sudah putus.
Di sana, juga terdapat sebuah istana berwarna putih yang disebut Istana Ueno. Istana itu dibangun pada tahun 1585 dan merupakan istana tertinggi pada masanya.
Dindingnya sengaja dibangun sangat tinggi agar musuh sulit memanjatnya. Selain istana, kota Iga juga menawarkan banyak pilihan kuliner, seperti manisan dan kue-kue tradisional khas.
Kedua kota ini sengaja menjual warisan peninggalan ninja untuk menarik wisatawan. Tujuannya tidak lain untuk mendongkrak perekonomian di kedua kota tersebut.
Berikut suasana pelatihan menjadi seorang ninja di Nabari, Jepang:
Asal-usul ninja
Ninja menjadi legenda di Jepang pada abad ke-15. Mereka adalah agen menyamar yang ditugaskan secara khusus untuk melakukan spionase, penyusupan, sabotase bahkan pembunuhan. Seperti seorang samurai, para ninja lahir untuk menyelami profesi itu.
Mereka dididik sejak kecil hingga sangat terampil. Saat masih kecil, mereka ditempa ilmu bela diri, teknik bertahan hidup dan kepanduan mengenai beragam racun, serta menggunakan alat pertolongan pertama.
Saat bertugas, mereka tidak bekerja sendiri. Kadang, mereka bekerja sama untuk membuat tangga manusia agar dapat mencapai dinding yang tinggi atau mereka dapat menggunakan baju yang sama untuk mengelabui lawan.
Ninja juga diketahui memiliki jiwa yang spiritual. Mereka tidak hanya meyakini kekuatan yang ada di dalam dirinya, tetapi juga para Dewa dan Tengu, yakni roh yang berwujud setengah manusia setengah burung elang dan diyakini menghuni hutan di Jepang.- Ratusan turis dari dalam dan luar Jepang berbondong-bondong mengunjungi kota Nabari di Perfektur Mie untuk berlatih menjadi seorang ninja. Ya, di kota ini dulu dikenal sebagai lahirnya agen rahasia Ninja yang terkenal di abad ke-15.
Laman Dailymail melansir, semua turis yang berkunjung diajarkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh seorang ninja. Mulai dari berlari cepat di atas dinding, memanjat dinding yang tinggi, berjalan di atas air dengan menggunakan sepatu khusus sampai melempar anak panah berbentuk bintang khas ninja yang disebut shuriken.
Para turis juga diajarkan berdoa di bawah guyuran air terjun yang debitnya tidak terlalu deras. Jika turis berhasil menyelesaikan semua latihan yang diberikan oleh instruktur, maka mereka akan mendapatkan sebuah sertifikat.
Dan, bagi turis yang ingin melanjutkan petualangan, mereka bisa mengunjungi kota Iga, hanya satu jam dari pusat kota Nabari.
Di kota Iga, turis akan diajarkan teknik mencekik lawan yang mematikan. Selain itu, mereka juga bisa mengunjungi sebuah kuil yang konon dipercaya dapat menyatukan pasangan yang sudah putus.
Di sana, juga terdapat sebuah istana berwarna putih yang disebut Istana Ueno. Istana itu dibangun pada tahun 1585 dan merupakan istana tertinggi pada masanya.
Dindingnya sengaja dibangun sangat tinggi agar musuh sulit memanjatnya. Selain istana, kota Iga juga menawarkan banyak pilihan kuliner, seperti manisan dan kue-kue tradisional khas.
Kedua kota ini sengaja menjual warisan peninggalan ninja untuk menarik wisatawan. Tujuannya tidak lain untuk mendongkrak perekonomian di kedua kota tersebut.
Berikut suasana pelatihan menjadi seorang ninja di Nabari, Jepang:
Asal-usul ninja
Ninja menjadi legenda di Jepang pada abad ke-15. Mereka adalah agen menyamar yang ditugaskan secara khusus untuk melakukan spionase, penyusupan, sabotase bahkan pembunuhan. Seperti seorang samurai, para ninja lahir untuk menyelami profesi itu.
Mereka dididik sejak kecil hingga sangat terampil. Saat masih kecil, mereka ditempa ilmu bela diri, teknik bertahan hidup dan kepanduan mengenai beragam racun, serta menggunakan alat pertolongan pertama.
Saat bertugas, mereka tidak bekerja sendiri. Kadang, mereka bekerja sama untuk membuat tangga manusia agar dapat mencapai dinding yang tinggi atau mereka dapat menggunakan baju yang sama untuk mengelabui lawan.
Ninja juga diketahui memiliki jiwa yang spiritual. Mereka tidak hanya meyakini kekuatan yang ada di dalam dirinya, tetapi juga para Dewa dan Tengu, yakni roh yang berwujud setengah manusia setengah burung elang dan diyakini menghuni hutan di Jepang.- Ratusan turis dari dalam dan luar Jepang berbondong-bondong mengunjungi kota Nabari di Perfektur Mie untuk berlatih menjadi seorang ninja. Ya, di kota ini dulu dikenal sebagai lahirnya agen rahasia Ninja yang terkenal di abad ke-15.
Laman Dailymail melansir, semua turis yang berkunjung diajarkan berbagai kemampuan yang dimiliki oleh seorang ninja. Mulai dari berlari cepat di atas dinding, memanjat dinding yang tinggi, berjalan di atas air dengan menggunakan sepatu khusus sampai melempar anak panah berbentuk bintang khas ninja yang disebut shuriken.
Para turis juga diajarkan berdoa di bawah guyuran air terjun yang debitnya tidak terlalu deras. Jika turis berhasil menyelesaikan semua latihan yang diberikan oleh instruktur, maka mereka akan mendapatkan sebuah sertifikat.
Dan, bagi turis yang ingin melanjutkan petualangan, mereka bisa mengunjungi kota Iga, hanya satu jam dari pusat kota Nabari.
Di kota Iga, turis akan diajarkan teknik mencekik lawan yang mematikan. Selain itu, mereka juga bisa mengunjungi sebuah kuil yang konon dipercaya dapat menyatukan pasangan yang sudah putus.
Di sana, juga terdapat sebuah istana berwarna putih yang disebut Istana Ueno. Istana itu dibangun pada tahun 1585 dan merupakan istana tertinggi pada masanya.
Dindingnya sengaja dibangun sangat tinggi agar musuh sulit memanjatnya. Selain istana, kota Iga juga menawarkan banyak pilihan kuliner, seperti manisan dan kue-kue tradisional khas.
Kedua kota ini sengaja menjual warisan peninggalan ninja untuk menarik wisatawan. Tujuannya tidak lain untuk mendongkrak perekonomian di kedua kota tersebut.
Berikut suasana pelatihan menjadi seorang ninja di Nabari, Jepang:
Asal-usul ninja
Ninja menjadi legenda di Jepang pada abad ke-15. Mereka adalah agen menyamar yang ditugaskan secara khusus untuk melakukan spionase, penyusupan, sabotase bahkan pembunuhan. Seperti seorang samurai, para ninja lahir untuk menyelami profesi itu.
Mereka dididik sejak kecil hingga sangat terampil. Saat masih kecil, mereka ditempa ilmu bela diri, teknik bertahan hidup dan kepanduan mengenai beragam racun, serta menggunakan alat pertolongan pertama.
Saat bertugas, mereka tidak bekerja sendiri. Kadang, mereka bekerja sama untuk membuat tangga manusia agar dapat mencapai dinding yang tinggi atau mereka dapat menggunakan baju yang sama untuk mengelabui lawan.
Ninja juga diketahui memiliki jiwa yang spiritual. Mereka tidak hanya meyakini kekuatan yang ada di dalam dirinya, tetapi juga para Dewa dan Tengu, yakni roh yang berwujud setengah manusia setengah burung elang dan diyakini menghuni hutan di Jepang.